Kamis, 18 Oktober 2012

Perdana Mentri Inggris tuntut UEFA agar Swedia di hukum




Inggris – Mantan pemain Inggris dan Liverpool, Paul Ince, mengecam sepakbola Serbia terkait insiden yang terjadi di pertandingan kualifikasi Euro 2013 U-21. Perdana Menteri Inggris, David Cameron, juga melontarkan pernyataan yang senada dengan Ince.

Pendukung tuan rumah Serbia menciptakan kerusuhan dengan menyerbu lapangan usai tim nasional U-21 mereka kalah 1-0 dari Inggris dan kalah 2-0 secara agregat.

Para pendukung tersebut juga bersikap rasis terhadap pemain Inggris, Danny Rose. Akibat ulah suporter Serbia, pihak FA melaporkan kejadian tersebut kepada UEFA.

Kerusuhan itu juga sangat membahayakan bagi para pemain The Three Lions U-21, termasuk putra kandung Paul Ince yang turut bertanding pada laga tersebut, Tom Ince

“Jika saya yang berkuasa, maka Serbia akan didepak keluar dari lima turnamen Euro U-21 berikutnya. Sungguh menjijikkan melihat kejadian seperti itu,”  kata Ince.

“Melihat putra saya berada di sana, itu benar-benar mengkhawatirkan. Sepp Blatter dan Michel Platini harus melihat kejadian ini. Hal-hal semacam itu tidak ingin kami lihat lagi di sepakbola. Sepakbola seperti kembali ke zaman kegelapan,” lanjutnya.

Bahkan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, menuntut UEFA agar Serbia dihukum selama 10 tahun akibat insiden tersebut.

“Perdana Menteri jelas menyadari keadaan itu. Dia terkejut dengan apa yang telah terjadi di Serbia dan kami bertekad menghapuskan rasisme secara internasional. Sementara di Inggris kami memberikan dukungan pada FA yang memprotes kejadian tersebut,” bunyi pernyataan Cameron melalui juru bicaranya.

“Menteri Olahraga Inggris, Hugh Robertson, telah mengirimkan surat kepada UEFA supaya mereka melakukan investigasi pada kasus itu. Kami mengharapkan adanya hukuman berat, apabila berniat menghapuskan rasisme dari sepakbola,” tambahnya.

“Tidak cukup hanya menjatuhkan denda karena itu sudah pernah dilakukan sebelumnya. Tak cukup hanya dengan membuat orang-orang berjabat tangan dan kemudian melupakannya. Kami butuh hukuman yang sesuai,” tutup pernyataan Cameron.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar